Layanan klasikal BK
LAYANAN KLASIKAL
Pengertian Layanan Klasikal
Direktorat Jenderal Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2007 menjelaskan, layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa didik di kelas secara terjadwal. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran.
Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang berorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah cukup besar antara 30-40 orang siswa. Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran, bidang sosial dan karir. Bimbingan klasikal merupakan suatu bimbingan yang digunakan untuk mencegah masalah-masalah perkembangan, meliputi : informasi pendidikan, pekerjaan, personal, dan sosial dilaksanakan dalam bentuk pengajaran yang sistematis dalam suatu ruang kelas yang berisi antara 20-25 siswa dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman diri dan orang lain serta perubahan sikap dengan menggunakan berbagai media dan dinamika kelompok. L. Gibson dalam menyatakan bahwa Bimbingan Klasikal adalah suatu kelompok yang memiliki suatu aktivitas yang menyajikan informasi atau pengalaman-pengalaman melalui suatu perencanaan dan pengorganisasian kelompok. Bimbingan klasikal adalah suatu kelompok yang memiliki suatu aktivitas yang menyajikan informasi atau pengalaman-pengalaman melalui perencanaan dan pengorganisasian kelompok. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi siswa didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal.
Dari berbagai pengertia tersebut di atas, maka disimpulkan bahwa pengertian bimbingan klasikal adalah layanan dasar bagi siswa yang berjumlah antara 30-40 orang melalui kegiatan klasikal yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal.
Dari berbagai pengertian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian bimbingan klasikal adalah layanan dasar bagi siswa yang berjumlah antara 30-40 orang melalui kegiatan klasikal yang disajikan secara sistematis, terjadwal, bersifat preventif, dan memberikan pemahaman diri dan pemahaman tentang orang lain yang berorientasi pada bidang pembelajaran, pribadi, sosial dan karir dengan tujuan menyediakan informasi yang akurat dan dapat membantu individu untuk merencanakan pengambilan keputusan dalam hidupnya kemudian mengembangkan potensinya secara optimal.
Dasar dan Tujuan Layanan Klasikal
Berdasarkan pada permendikbud no. 111 tahun 2014, layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan secara (tatap muka) antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan konseli dan tidak langsung (menggunakan media tertentu), dan diberikan secara individual (jumlah peserta didik/konseling yang dilayani satu orang), kelompok (jumlah peserta didik/konseli yang dilayani lebih dari satu orang), klasikal (jumlah peserta didik/konseli yang dilayani lebih dari satuan kelompok, dan kelas besar atau lintas kelas (jumlah peserta didik/konseli yang dilayani lebih dari satuan kelompok), dan kelas besar atau lintas kelas (jumlah peserta didik/konseli yag dilayani lebih dari satuan klasikal). Bimbingan klasikal diberikan di kelas dengan materi yang dipersiapkan melalui RPL Bimbingan dan Konseling serta memperhatikan aktivitas agar terjadi interaksi yang membimbing antara guru BK dengan peserta didik dan proses belajar antar konseli.
Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu konseli agar mampu menyesuaikan diri, mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri, mampu beradaptasi dalam kelompok, mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya.
Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008: 207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan karir. Tujuan bimbingan klasikal menurut Yusuf dan Nurihsan (2008: 6) adalah membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal. Secara lebih terperinci Yusuf dan Nurihsan (2008: 13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang; (b) mengembangkan seluruh potensi da kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin; (c) dan menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat
Komentar
Posting Komentar